Page 4 of 4

Re: Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama

Posted: 15 Aug 2012, 23:43
by Wang Darmawan
melki wrote:
max modi wrote:
firman_PUTR_Trk wrote:Bulan lalu saya ikut pelatihan Perpres 54, narasumber dari LKPP, nama nya maaf saya lupa lagi.
Sempat saya tanyakan juga mengenai Permasalah ini, dan ternyata tanggapan beliau bahwa hampir di tiap daerah pasti permasalahan ini di pertanyakan, dan menurut beliau lagi bahwa format penilaian untuk poin Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama, juga poin Tenaga ahli tetap, Team LKPP berencana akan meniadakan.
Demikian informasi ini.


Mending pertanyaannya disampaikan Pada Saat Pelatihan , yang nota bene pesertanya adalah para calon PPK dan Panitia..Lha kalo yang menyakan hal ini adalah peserta lelang pada saat aanwidjing,.bagaimana panitia menjawabnya :huh:

numpang tertawa pak... :lol: :lol: :lol:

Boleh numpang tertawa juga? ,,,dah 2 tahun nunggu jawaban kasus ini. untungnya di daerahku konsultannya masih gampang dibodohin. tinggal berimprovisasi aja. :noway:

Re: Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama

Posted: 07 Nov 2012, 22:48
by sidikhanrei
Wang Darmawan wrote:Boleh numpang tertawa juga? ,,,dah 2 tahun nunggu jawaban kasus ini. untungnya di daerahku konsultannya masih gampang dibodohin. tinggal berimprovisasi aja. :noway:

Gampang dibodohin seperti apa pak? :o:
Apakah pembuatan dokumen ASPAL?

Kalo misalnya hal ini dilakukan berdasarkan mekanisme yang belum ditentukan mungkin akan mendapatkan beberapa hambatan.
yang pertama saya kutip dari LDP Huruf I Tentang Evaluasi Teknis Point 1.b dinyatakan bahwa "Apabila tidak dilengkapi referensi maka tidak dinilai".
dan ada pernyataan bahwa " .... dan dapat dibuktikan dengan menghubungi penerbit referensi ...".
Saya bingung bagaimana proses "Menghubungi penerbit" ini oleh panitia, apalagi misalnya kasus seperti sekarang udah kepepet akhir Tahun Anggaran,

kalo menurut saya, biasanya surat referensi itu tidak berpengaruh dalam mengikuti tender di instansi Pemerintah, beda halnya dengan perusahaan swasta dimana referensi dapat dijadikan dasar pertimbangan dan dapat memegang peranan penting dalam kontrak kerja secara langsung dengan perusahaan maupun perorangan (tenaga ahli).
Berbeda dengan di instansi pemerintah yang tidak mengatur penunjukkan langsung berdasarkan referensi.

Tapi sampai sekarang juga masih bingung, jika selalu diabaikan, kenapa tidak segera ditiadakan. Bahkan biasanya bobot penilaian ini yang paling tinggi.

Nah, kebetulan sekarang kita sedang mengikuti tender dengan Metode Evaluasi Biaya Terendah,
Dalam dokumen pengadaan evaluasi penawaran Teknis 70%, dan Biaya 30%.
Apakah kalau kita menjadi penawar terendah dapat menjadi pemenang?

Mohon penjelasannya.

:pray:

Re: Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama

Posted: 09 Nov 2012, 23:15
by max modi
sidikhanrei wrote:
Wang Darmawan wrote:Boleh numpang tertawa juga? ,,,dah 2 tahun nunggu jawaban kasus ini. untungnya di daerahku konsultannya masih gampang dibodohin. tinggal berimprovisasi aja. :noway:

Gampang dibodohin seperti apa pak? :o:
Apakah pembuatan dokumen ASPAL?

Kalo misalnya hal ini dilakukan berdasarkan mekanisme yang belum ditentukan mungkin akan mendapatkan beberapa hambatan.
yang pertama saya kutip dari LDP Huruf I Tentang Evaluasi Teknis Point 1.b dinyatakan bahwa "Apabila tidak dilengkapi referensi maka tidak dinilai".
dan ada pernyataan bahwa " .... dan dapat dibuktikan dengan menghubungi penerbit referensi ...".
Saya bingung bagaimana proses "Menghubungi penerbit" ini oleh panitia, apalagi misalnya kasus seperti sekarang udah kepepet akhir Tahun Anggaran,

kalo menurut saya, biasanya surat referensi itu tidak berpengaruh dalam mengikuti tender di instansi Pemerintah, beda halnya dengan perusahaan swasta dimana referensi dapat dijadikan dasar pertimbangan dan dapat memegang peranan penting dalam kontrak kerja secara langsung dengan perusahaan maupun perorangan (tenaga ahli).
Berbeda dengan di instansi pemerintah yang tidak mengatur penunjukkan langsung berdasarkan referensi.

Tapi sampai sekarang juga masih bingung, jika selalu diabaikan, kenapa tidak segera ditiadakan. Bahkan biasanya bobot penilaian ini yang paling tinggi.

Nah, kebetulan sekarang kita sedang mengikuti tender dengan Metode Evaluasi Biaya Terendah,
Dalam dokumen pengadaan evaluasi penawaran Teknis 70%, dan Biaya 30%.
Apakah kalau kita menjadi penawar terendah dapat menjadi pemenang?

Mohon penjelasannya.

:pray:

Re: Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama

Posted: 04 Jul 2017, 09:10
by deydi
belum ada titik temu tentang masalah ini.

tapi kalau saya pribadi berpendapat bahwa pengalaman managerial yang dinilai bukan orangnya (tenaga ahli) tetapi pengalaman perusahannya.

karena khusus untuk tenaga ahli ada penilaian/bobot sendiri pada unsur kualifikasi tenaga ahli.

Re: Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama

Posted: 05 Aug 2017, 10:24
by caiowib
Perhitungan pengalaman manajerial dan fasilitas utama dapat dibaca di file sbb:
http://lpse.kuansing.go.id/eproc/public ... ac=1016186

halaman 25-27

salam