Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama

Diskusi tentang Jasa Konsultansi berdasarkan Perpres 54/2010
Wang Darmawan
Newbie
Newbie
Posts: 17
Joined: 23 Apr 2011, 00:56
Location: Mamuju Utara

Re: Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama

Postby Wang Darmawan 15 Aug 2012, 23:43

melki wrote:
max modi wrote:
firman_PUTR_Trk wrote:Bulan lalu saya ikut pelatihan Perpres 54, narasumber dari LKPP, nama nya maaf saya lupa lagi.
Sempat saya tanyakan juga mengenai Permasalah ini, dan ternyata tanggapan beliau bahwa hampir di tiap daerah pasti permasalahan ini di pertanyakan, dan menurut beliau lagi bahwa format penilaian untuk poin Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama, juga poin Tenaga ahli tetap, Team LKPP berencana akan meniadakan.
Demikian informasi ini.


Mending pertanyaannya disampaikan Pada Saat Pelatihan , yang nota bene pesertanya adalah para calon PPK dan Panitia..Lha kalo yang menyakan hal ini adalah peserta lelang pada saat aanwidjing,.bagaimana panitia menjawabnya :huh:

numpang tertawa pak... :lol: :lol: :lol:

Boleh numpang tertawa juga? ,,,dah 2 tahun nunggu jawaban kasus ini. untungnya di daerahku konsultannya masih gampang dibodohin. tinggal berimprovisasi aja. :noway:
sidikhanrei
Newbie
Newbie
Posts: 28
Joined: 28 Jul 2012, 01:08
Location: Pangkalan Bun
Contact:

Re: Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama

Postby sidikhanrei 07 Nov 2012, 22:48

Wang Darmawan wrote:Boleh numpang tertawa juga? ,,,dah 2 tahun nunggu jawaban kasus ini. untungnya di daerahku konsultannya masih gampang dibodohin. tinggal berimprovisasi aja. :noway:

Gampang dibodohin seperti apa pak? :o:
Apakah pembuatan dokumen ASPAL?

Kalo misalnya hal ini dilakukan berdasarkan mekanisme yang belum ditentukan mungkin akan mendapatkan beberapa hambatan.
yang pertama saya kutip dari LDP Huruf I Tentang Evaluasi Teknis Point 1.b dinyatakan bahwa "Apabila tidak dilengkapi referensi maka tidak dinilai".
dan ada pernyataan bahwa " .... dan dapat dibuktikan dengan menghubungi penerbit referensi ...".
Saya bingung bagaimana proses "Menghubungi penerbit" ini oleh panitia, apalagi misalnya kasus seperti sekarang udah kepepet akhir Tahun Anggaran,

kalo menurut saya, biasanya surat referensi itu tidak berpengaruh dalam mengikuti tender di instansi Pemerintah, beda halnya dengan perusahaan swasta dimana referensi dapat dijadikan dasar pertimbangan dan dapat memegang peranan penting dalam kontrak kerja secara langsung dengan perusahaan maupun perorangan (tenaga ahli).
Berbeda dengan di instansi pemerintah yang tidak mengatur penunjukkan langsung berdasarkan referensi.

Tapi sampai sekarang juga masih bingung, jika selalu diabaikan, kenapa tidak segera ditiadakan. Bahkan biasanya bobot penilaian ini yang paling tinggi.

Nah, kebetulan sekarang kita sedang mengikuti tender dengan Metode Evaluasi Biaya Terendah,
Dalam dokumen pengadaan evaluasi penawaran Teknis 70%, dan Biaya 30%.
Apakah kalau kita menjadi penawar terendah dapat menjadi pemenang?

Mohon penjelasannya.

:pray:
max modi
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
Posts: 411
Joined: 01 Apr 2011, 05:32

Re: Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama

Postby max modi 09 Nov 2012, 23:15

sidikhanrei wrote:
Wang Darmawan wrote:Boleh numpang tertawa juga? ,,,dah 2 tahun nunggu jawaban kasus ini. untungnya di daerahku konsultannya masih gampang dibodohin. tinggal berimprovisasi aja. :noway:

Gampang dibodohin seperti apa pak? :o:
Apakah pembuatan dokumen ASPAL?

Kalo misalnya hal ini dilakukan berdasarkan mekanisme yang belum ditentukan mungkin akan mendapatkan beberapa hambatan.
yang pertama saya kutip dari LDP Huruf I Tentang Evaluasi Teknis Point 1.b dinyatakan bahwa "Apabila tidak dilengkapi referensi maka tidak dinilai".
dan ada pernyataan bahwa " .... dan dapat dibuktikan dengan menghubungi penerbit referensi ...".
Saya bingung bagaimana proses "Menghubungi penerbit" ini oleh panitia, apalagi misalnya kasus seperti sekarang udah kepepet akhir Tahun Anggaran,

kalo menurut saya, biasanya surat referensi itu tidak berpengaruh dalam mengikuti tender di instansi Pemerintah, beda halnya dengan perusahaan swasta dimana referensi dapat dijadikan dasar pertimbangan dan dapat memegang peranan penting dalam kontrak kerja secara langsung dengan perusahaan maupun perorangan (tenaga ahli).
Berbeda dengan di instansi pemerintah yang tidak mengatur penunjukkan langsung berdasarkan referensi.

Tapi sampai sekarang juga masih bingung, jika selalu diabaikan, kenapa tidak segera ditiadakan. Bahkan biasanya bobot penilaian ini yang paling tinggi.

Nah, kebetulan sekarang kita sedang mengikuti tender dengan Metode Evaluasi Biaya Terendah,
Dalam dokumen pengadaan evaluasi penawaran Teknis 70%, dan Biaya 30%.
Apakah kalau kita menjadi penawar terendah dapat menjadi pemenang?

Mohon penjelasannya.

:pray:
deydi
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
Posts: 136
Joined: 10 Apr 2011, 08:31

Re: Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama

Postby deydi 04 Jul 2017, 09:10

belum ada titik temu tentang masalah ini.

tapi kalau saya pribadi berpendapat bahwa pengalaman managerial yang dinilai bukan orangnya (tenaga ahli) tetapi pengalaman perusahannya.

karena khusus untuk tenaga ahli ada penilaian/bobot sendiri pada unsur kualifikasi tenaga ahli.
caiowib
Newbie
Newbie
Posts: 12
Joined: 22 Jan 2012, 07:24

Re: Pengalaman Manajerial dan Fasilitas Utama

Postby caiowib 05 Aug 2017, 10:24

Perhitungan pengalaman manajerial dan fasilitas utama dapat dibaca di file sbb:
http://lpse.kuansing.go.id/eproc/public ... ac=1016186

halaman 25-27

salam

Return to “Jasa Konsultansi”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest

Login · Register