Salah Tulis alamat Pokja di Surat Penawaran

radhos
Newbie
Newbie
Posts: 1
Joined: 05 Aug 2016, 12:57

Salah Tulis alamat Pokja di Surat Penawaran

Postby radhos 05 Aug 2016, 13:26

Yth, All forums,

Mohon bantuannya panitia menggugurkan penawaran saya yang kedua terendah dan memenuhi spesifikasi, dan memenangkan urutan no. 6 dengan selisih harga Rp.245.080.000,-

Alasannya sebagai berikut :

(1). Jadwal pelaksanaan yang ditawarkan TIDAK mencantumkan TAHAPAN PENYERAHAN/ SERAH TERIMA PEKERJAAN. Hal ini TIDAK SESUAI dengan yang dipersyaratkan dalam LDP pada Standar Dokumen Pelelangan Bab IV huruf K angka 2 yang menyebutkan bahwa “Jadwal dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai dengan serah terima pekerjaan”. Sedangkan tahap pemberian pelatihan/training alat, tidak termasuk didalamnya. (2). Spesifikasi teknis barang yang ditawarkan TIDAK SESUAI dengan yang dipersyaratkan, yakni pada: - X-Ray Tube Ampere : Tidak memiliki mA sec (mili Ampere second). Sedangkan yang dipersyaratkan adalah sampai 15mA (15mA : 6.4 sec only) - Exposure Time : Pada TMJ Lateral, Barang yang ditawarkan memiliki 12second. Hal ini berarti bahwa pasien terlalu lama menerima paparan X-Ray, dibandingkan dengan spesifikasi barang yang dipersyaratkan yakni hanya 3 second. - Patient Positioning : Barang yang ditawarkan hanya memiliki 3 beams (sorotan) sedangkan barang yang dipersyaratkan memiliki 4 beams (sorotan). (3). Dalam Surat penawaran PT Adena, disebutkan bahwa “Penawaran diajukan untuk PEKERJAAN PENGADAAN PERALATAN POSYANDU”. Hal ini tidak sesuai dengan Paket pekerjaan akan dilaksanakan yakni BELANJA MODAL ALAT-ALAT KEDOKTERAN GIGI, yang akan dipergunakan pada RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan.


Sudah saya kirimkan surat sanggahan pada 01 Agustus 2016 dan sampai hari ini 05 Agustus 2015 belum ada jawaban.

salah satu cuplikannya sebagai berikut :

Jawaban Kami untuk keterangan yang telah menggugurkan penawaran tersebut sebagai berikut :
(1) Tidak mencantumkan Tahapan Penyerahan/Serah Terima Pekerjaan karena tahap pemberian pelatihan/training alat tidak termasuk didalamnya perlu dikaji kembali mengingat :
a. Bab IV huruf K angka 2 (dua) memiliki makna jangka waktu pelaksanaan kegiatan pengadaan ini tidak melebihi 90 (sembilan puluh) hari (sesuai LDP).
b. Serah Terima Pekerjaan dapat dilakukan segera setelah pemberian pelatihan/training.
c. Serah terima pekerjaan kepada Panitia Penerima Hasil Pekerjaan merupakan hal penting bersifat administratif tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas barang.
d. Lama waktu pemberian pelatihan dan training dalam Jadwal Pelaksanaan 10 (sepuluh) hari kalender yaitu mulai hari ke 80 (delapan puluh) sampai hari ke 90 (Sembilan puluh), serah terima barang cukup waktu dilakukan dalam periode ini.

Kesimpulan kami tidak mencantumkan Tahapan Penyerahan/Serah Terima Pekerjaan karena sudah termasuk dalam tahap pemberian/training alat dan cukup waktu untuk dilakukan serta tidak mempengaruhi kinerja. Pada Hakikatnya barang yang sudah dikirim ke lokasi dan dilakukan uji fungsi adalah untuk diserahkan kepada Panitia Penerima Hasil Pekerjaan.

Hal ini telah sesuai dengan Bab IV huruf K angka 2 “jadwal dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai dengan serah terima pekerjaan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP”

Apabila serah terima Barang dimasukkan dalam tahapan pemberian pelatihan/training kurang jelas dan meragukan, Pokja ULP dapat mengklarifikasi kepada Kami sesuai BAB III INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) Angka 27.5.A huruf (f) “apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal yang kurang jelas atau meragukan, Pokja ULP melakukan klarifikasi dengan peserta. Dalam klarifikasi peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penawaran. Hasil klarifikasi dapat menggugurkan penawaran”

(2) Untuk penjelasan spesifikasi teknis sebagai berikut :
Xray tube ampere di spek kami tulis x ray tube curent 15 MA
Secon 6,4 only pada spesifikasi kami tulis Exposure time : panorama 6,4 /12 secon yang artinya sama dengan sepesifikasi yang ditawarkan

TMJ lateral 3 sekon di spesifikasi artinya : foto 3 secon tersebut hanya untuk satu kali pemeriksaan sedangkan foto TMJ lateral memerlukan 4(EMPAT) kali pemeriksaan artinya sekali pengambilan foto TMj memerlukan waktu 3 x 4 kali foto sama dengan 12 secon.

TMJ lateral 12 secon yang Kami tawarkan : artinya untuk pengambilan 1 gambar pemeriksaan yang mana menghasilkan 4 (empat) gambar yang dapat diartikan juga dengan 12 dibagi 4 section foto sama dengan :3 (tiga) secon untuk pengambilan sekali foto

Beem yang ditawarkan 3 (tiga ) pada spesifikasi 4 beem untuk type yang kami tawarkan bisa disertakan 4 (empat) beem. Karena beem yang satunya berfungsi untuk optional.

Apabila Pokja ULP meminta yang Auto IIIN, tentu saja tidak sesuai dengan spesifikasi dan yang Kami tawarkan Auto IIINCM sesuai dengan spesifikasi.

Apabila ada hal yang meragukan pokja dapat mengklarifikasi kepada Kami.

Untuk tranparansi lelang ini dan akuntable didasari pasal 5 Perpres Nomor 54 Tahun 2010, maka kami mohon diberikan beberapa data dari perusahaan pemenang :
• Surat Penawaran Harga perusahaan pemenang
• Spesifikasi dan brosur yang diupload perusahaan pemenang
• Jadwal waktu pelaksanaan perusahaan pemenang

Dasar permintaan kami adalah Perpres Nomor 54 Tahun 2010, yang menjelaskan bahwa batas rahasia dokumen lelang sampai dengan pengumuman pemenang, serta Pasal 2 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Apabila Pokja ULP punya alasan lain untuk tidak memberikan dokumen yang kami minta, maka kami minta disertai dengan alasannya. Kami ingin alasan tersebut memenuhi ketentuan Pasal 2 ayat (4) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2008, yang bunyinya: “Informasi Publik yang dikecualikan bersifat rahasia sesuai dengan Undang-Undang, kepatutan, dan kepentingan umum didasarkan pada pengujian tentang konsekuensi yang timbul apabila suatu informasi diberikan kepada masyarakat serta setelah dipertimbangkan dengan saksama bahwa menutup Informasi Publik dapat melindungi kepentingan yang lebih besar daripada membukanya atau sebaliknya.”

(3) Keterangan Pokja ULP Penawaran Kami diajukan kepada untuk pekerjaan “ PEKERJAAN PENGADAAN PERALATAN POSYANDU” merupakan sebuah kesalahan penulisan mengingat :
a. dengan jelas Kami menulis disurat penawaran “Perihal : Penawaran Pekerjaan Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Gigi”
b. Dokumen pengadaan yang dimaksud tertera dengan nomor 017/RSUDLB/POKJA ULP II/VII/2016 tanggal 20 Juli 2016.
c. Pokja ULP yang dimaksud adalah Kelompok Kerja (Pokja) ULP II Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan.
d. Alamat Pokja ditulis dengan jelas Jln Dr. Ratulangi No. 18 Makassar.
e. Surat Penawaran bertanggal dan masa berlaku penawarannya sesuai dengan yang tercantum di LDP.
f. Dengan sangat sadar Kami mengklik Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Gigi kode lelang 4370036 pada aplikasi SPSE dengan alamat website http://lpse.sulselprov.go.id/eproc/reka ... in/4370036
g. Penawaran yang Kami upload dienskripsi menggunakan aplikasi apendo dengan menggunakan kunci publik lelang ini.


Maka berdasarkan :

1. Bab III IKP angka (26.4) Evaluasi Administrasi:
b. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, apabila:
1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pengadaan ini dipenuhi/dilengkapi (khusus untuk peserta yang tidak menyampaikan formulir TKDN, maka penawarannya tidak digugurkan dan nilai TKDN nya dianggap 0 (nol));
2) surat penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a) jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP; dan
b) bertanggal

2. Bab III IKP (26.3) huruf (e) angka (2) disebutkan “kesalahan yang tidak substansial, misalnya kesalahan pengetikan, penyebutan sebagian nama atau keterangan, surat penawaran tidak berkop perusahaan”

3. Bab III IKP (26.3) huruf (c) dan (d) disebutkan “(c) penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini, tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat; (d) Penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah :

1) Penyimpangan dari Dokumen Pengadaan ini yang mempengaruhi lingkup, kualitas dan hasil/kinerja pekerjaan; dan/atau
2) Penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat.

Maka Kami berkesimpulan surat penawaran sudah memenuhi syarat, kesalahan penulisan tidak substansial dan tidak ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok, maksud sebenarnya dari Surat Penawaran dapat dibuktikan dengan tujuan dan perihal surat penawaran dan serta kegiatan mengikuti pelelangan ini melalui aplikasi SPSE dan dokumen pendukung yang diupload.


Mohon pencerahan dari rekan2 senior untuk permasalahan ini, karena secara jelas kesalahan yang diutarakan tidak substansial dan kesalahan boleh dikatakan hampir tidak benar.

Terimakasih.

Return to “Sulawesi Selatan”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest

Login · Register