Aceh Dulu dan Aceh Sekarang Dengan Pergeseran Nilainya

nayla
Newbie
Newbie
Posts: 1
Joined: 19 Mar 2016, 17:22

Aceh Dulu dan Aceh Sekarang Dengan Pergeseran Nilainya

Postby nayla 20 Mar 2016, 10:16

Nanggroe Aceh Darussalam yaitu daerah yang kaya dengan pesona alamnya serta populer dengan seni budaya yang mempunyai daya tarik tersediri. Daerah berjulukan Serambi Mekkah itu sudah alami banyak pengalaman pahit dimasa lantas, dari mulai D. I T. I. I, perseteruan bersenjata yang berkelanjutan yang menelan banyak nyawa serta air mata, live streaming sampai bencana maha dahsyat Tsunami juga dihadapi oleh rakyat Aceh yang telah capek dengan apa yang berlangsung terlebih dulu. Nanggroe Aceh Darussalam yaitu nama yang didapatkan oleh bekas Presiden Gusdur pada saat pemerintahan Gubernur Abdullah Puteh yang terlebih dulu bernama Propinsi Daerah Istimewa Aceh serta saat ini dimasa pemerintahan Gubernur Irwandi sudah bertukar nama jadi Propinsi Aceh, tetapi ini masihlah pro-kontra.

Nama Aceh makin populer saat pada tanggal 26 Desember 2004 silam berlangsung bencana maha dahsyat gelombang Tsunami yang menempa nyaris semua daerah pesisir Aceh. Semuanya mata dunia tertuju pada Aceh yang waktu itu diporak poranda oleh bencana maha dashyat itu, beberapa ratus ribu lebih masyarakat Aceh meregang nyawa serta hilang akibat bencana maha dahsyat bernama Tsunami. Semuanya negara memberi pertolongan yang tidak sedikit serta mereka bertahan cukup lama di Aceh, hingga nampak beragam sangkaan “ Apa yang mereka mencari di Aceh? ” serta pertanyaan untuk pertanyaan berkembang sampai sangkaan pemurtadan juga keluar dari mulut ke mulut.

Bersamaan dengan perubahan jaman yang makin cepat, Aceh juga tidak ingin kalah dengan daerah yang lain seperti dalam soal pendidikan. Ini dapat dibuktikan dengan adanya banyak pelajar – pelajar dari beragam tingkatan sekolah negeri ataupun swasta Aceh yang mengharumkan nama Aceh di kancah Nasional bahkan juga Internasional. Live streaming RCTI Sekolah – sekolah moderen menjamur di semua Aceh dengan andalan sarana serta kurikulum berstandar Internasional, jadi tidak butuh heran saat kita mendengar remaja Aceh bicara bhs asing dengan fasih.

Pendidikan sekarang ini begitu bertolak belakang dengan keadaaan pada th. 1949 – 1960 di mana waktu itu pendidikan Aceh begitu memprihatinkan. Waktu itu di setiap kabupaten cuma ada tahap pendidikan SD yang dahulu bernama SR (Sekolah Rakyat) serta MIN. Jika mereka menginginkan meneruskan ke tingkat setelah itu yakni SMP (Sekolah Menengah Pertama) jadi mereka mesti meneruskan ke Banda Aceh lantaran di tingkat kabupaten tak ada SMP terlebih SMA (Sekolah Menengah Atas). Kondisi ini dapat diperparah saat Aceh ketika itu masihlah tunduk di bawah Sumatera Utara dalam pengertian masihlah tergabung dalam satu propinsi.

Kondisi ini menyebabkan munculnya pemberontakan D. I T. I. I (Darul Islam Tentara Islam Indonesia) untuk melawan pemerintahan pusat yang menuntut supaya Aceh berdiri dengan sendiri, terlepas dari Medan serta menuntut NBANII (Negara Sisi Aceh Negara Islam Indonesia) yang dipelopori oleh Daud Bereueh cs. Pemberontakan itu tidaklah tanpa ada argumen, lantaran Aceh waktu itu diperlakukan tak adil oleh pemerintah pusat termasuk juga dalam soal pendidikan yang masihlah ketinggalan dan pembagian hasil bumi yang persentasenya jauh dari kewajaran.

Pada akhirnya pemberontakan itu memperoleh perhatian dari pusat, pada th. sekitaran 1958/1959, pusat mulai menyelidiki apa sebagai sebab mereka lakukan pemberontakkan itu, serta akhirnya terjadi musyawarah yang bernama “Ikrar di Lamteh” yang dipelopori oleh Kolonel Yasin yang menjemput segera Daud Bereueh cs dari gunung untuk turun dari gunung untuk turun dari gunung serta hentikan pemberontakan.

Demikian panjang narasi mengenai histori Aceh kelihatannya akan tidak habis untuk di jabarkan semua, di sini saya bakal coba menuturkan sebagian pergantian orang-orang Aceh dulu Live streaming MNCTV dengan saat ini mudah-mudahan jadi evaluasi untuk kita serta tolak ukur untuk generasi muda saat ini yang telah demikian jauh berubah dari tatanan kehidupan orang-orang Aceh dulu yang populer dengan kehidupan yang bercirikan islami, kebiasaan istiadat yang demikian kental serta kesopanan orang-orangnya.

1. Pergaulan Remaja Aceh
Kehidupan remaja Aceh sekarang ini telah banyak alami pergeseran dari ciri remaja Aceh yang sesungguhnya, hingga bikin Aceh seolah hilang jati diri. Bagaimana tidak, remaja Aceh saat ini sangat menggagungkan yang namanya perubahan jaman. Mereka lebih asik dengan kehidupan yang glamour, hura-hura serta semakin banyak menggunakan saat untuk hal yg tidak bermanfaat. Hingga telah susah lihat ketidaksamaan remaja Aceh dengan remaja di daerah lain yang pergaulannya telah tidak bisa dipikirkan lagi parahnya.

Misalnya saja remaja Aceh saat ini lebih sukai berkeliaran pada malam hari serta tidur dari pagi sampai siang bila tak ada sekolah atau jadwal kuliah, mereka seringkali berkumpul ditempat burger, warung kopi, café-café serta beberapa tempat yang mereka anggap tempat gaul yang menyebabkan mereka lupa saat lupa beribadah serta lupa semuanya. Seperti kelelawar (tidur disiang hari serta berkeliaran dari sore sampai malam hari), kondisi yang semestinya berlangsung yaitu lebih banyak generasi muda yang lakukan beribadah dimasjid, ikuti pengajian, kajian serta meratep di mesjid (seperti arti yang tersirat dalam lagu Rafly “ anak saat ini telah tidak ingin pergi berzikir ke mesjid serta lebih sukai lakukan beberapa hal yg tidak bermanfaat.

2. Kesopanan/tata krama remaja Aceh dahulu dengan sekarang
Kesopanan generasi muda saat ini jauh tidak sama dengan dahulu, tak heran orangtua saat ini banyak yang mengeluh lantaran anak-anak mereka tak sopan. Dahulu remaja Aceh begitu hormat Live streaming GLOBAL TV pada orang yang lebih tua serta lebih beretika. Walau sebenarnya bila dikaji, anak saat ini lebih berpendidikan di banding dahulu, walau demikian tingkah laku anak saat ini tak mencerminkan seseorang yang berpendidikan.

Sebagai contoh : dahulu bila ada anak muda yang naik sepeda atau sepeda motor saat berpapasan dengan orang yang lebih tua yang jalan kaki, jadi anak muda itu bakal turun dari sepeda motornya serta mermberi salam pada orang yang lebih tua dengan menundukkan kepala, terutama bila tengku, tokoh orang-orang dsb. Ini jauh tidak sama dengan anak muda saat ini, bahkan juga bila berpapasan mereka jadi menggeber-geber kereta serta kadang-kadang menyebeng siapa yang melalui. Rutinitas jelek ini terbawa-bawa sampai kejalan raya yang menyebabkan kecelakaan jalan raya. Hal ini dapat Lantaran orangtua sangat cepat memberi izin pada anaknya untuk mengendarai sepeda motor, seringkali kita menjumpai dijalan anak-anak berumur 11 th. keatas telah balap-balapan di jalan.

Return to “Aceh”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest

Login · Register