Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan

Silakan memasukkan usulan perbaikan peraturan perundan-undangan yang berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Adi Purba
Newbie
Newbie
Posts: 54
Joined: 14 Apr 2011, 22:49
Location: Makassar

Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan

Postby Adi Purba 13 Aug 2013, 00:27

Tiga hal tersebut adalah senjata andalan atau pamungkas buat para Panitia dan Rekanannya. Tetapi yang paling sering diandalkan adalah Personil dan Peralatan, dimana dua hal tersebut disyaratkan dengan personil yang harus mempunyai SKA Ahli Madya inilah, SKA Ahli Muda itulah, SKT ini itulah, peralatan-peralatan yang aneh bin ajaib; sementara pekerjaan yang ditenderkan untuk kualifikasi kecil. Bila dua hal tersebut ada yang memenuhi maka jurus terakhirnya adalah Metoda Pelaksanaan, yang dikatakan tidak menguasai pekerjaan atau tidak sesuailah. Untuk Personil dan Peralatan secara harfiah di dalam suatu proses pelelangan hanyalah kamuflase atau sekedar formalitas belaka. Walaupun disyaratkan harus membuat Pernyataan bersedia ditempatkan di lokasi pekerjaan tetapi kenyataannya Personil yang dilampirkan tidak ada yang berada di lokasi pekerjaan. Nah.... kira-kira bilamana Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan ditiadakan di dalam persyaratan; apakah persaingan akan lebih sehat dan kesempatan menang peserta lelang terbuka lebar????......
Salam Sukses
Adi Purba
dixie
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
Posts: 274
Joined: 15 Jan 2012, 06:57
Location: Manado

Re: Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan

Postby dixie 13 Aug 2013, 08:45

Adi Purba wrote:Tiga hal tersebut adalah senjata andalan atau pamungkas buat para Panitia dan Rekanannya. Tetapi yang paling sering diandalkan adalah Personil dan Peralatan, dimana dua hal tersebut disyaratkan dengan personil yang harus mempunyai SKA Ahli Madya inilah, SKA Ahli Muda itulah, SKT ini itulah, peralatan-peralatan yang aneh bin ajaib; sementara pekerjaan yang ditenderkan untuk kualifikasi kecil. Bila dua hal tersebut ada yang memenuhi maka jurus terakhirnya adalah Metoda Pelaksanaan, yang dikatakan tidak menguasai pekerjaan atau tidak sesuailah. Untuk Personil dan Peralatan secara harfiah di dalam suatu proses pelelangan hanyalah kamuflase atau sekedar formalitas belaka. Walaupun disyaratkan harus membuat Pernyataan bersedia ditempatkan di lokasi pekerjaan tetapi kenyataannya Personil yang dilampirkan tidak ada yang berada di lokasi pekerjaan. Nah.... kira-kira bilamana Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan ditiadakan di dalam persyaratan; apakah persaingan akan lebih sehat dan kesempatan menang peserta lelang terbuka lebar????......


Memang pemberlakuan asas nyata dalam setiap pelelangan agar supaya rekanan lebih proffesional mengerjakan proyek.
Penentuan alokasi personil dilihat dari kompleksitas proyek.
Demikian juga peralatan minimal yg dibutuhkan. Untuk proyek2 sederhana maka metode pelaksanaannya sesuai kontes pekerjaan.
Realitanya banyak perusahaan yg tenaga Tekniknya hanya "diatas kertas" karena hanya pinjam nama untuk keperluan tender saja.
Sekarang ini tergantung pokja/panitia tidak memberlakukan standar ganda.
Selama semua peserta mengikuti syarat dokumen pengadaan, tidak main mata, maka peleangan fair bisa berjalan.
Namun di Indonesia ini saya pesimis, hanya sedikit saja pelelangan yg benar-benar murni kompetisi, sebagian besar sudah disetting siapa yg akan menang.
guskun
Procurement Senior Lv. 4
Procurement Senior Lv. 4
Posts: 2305
Joined: 01 Apr 2011, 20:43
Location: Jakarta, Surabaya
Contact:

Re: Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan

Postby guskun 13 Aug 2013, 14:59

dixie wrote:
Adi Purba wrote:Tiga hal tersebut adalah senjata andalan atau pamungkas buat para Panitia dan Rekanannya. Tetapi yang paling sering diandalkan adalah Personil dan Peralatan, dimana dua hal tersebut disyaratkan dengan personil yang harus mempunyai SKA Ahli Madya inilah, SKA Ahli Muda itulah, SKT ini itulah, peralatan-peralatan yang aneh bin ajaib; sementara pekerjaan yang ditenderkan untuk kualifikasi kecil. Bila dua hal tersebut ada yang memenuhi maka jurus terakhirnya adalah Metoda Pelaksanaan, yang dikatakan tidak menguasai pekerjaan atau tidak sesuailah. Untuk Personil dan Peralatan secara harfiah di dalam suatu proses pelelangan hanyalah kamuflase atau sekedar formalitas belaka. Walaupun disyaratkan harus membuat Pernyataan bersedia ditempatkan di lokasi pekerjaan tetapi kenyataannya Personil yang dilampirkan tidak ada yang berada di lokasi pekerjaan. Nah.... kira-kira bilamana Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan ditiadakan di dalam persyaratan; apakah persaingan akan lebih sehat dan kesempatan menang peserta lelang terbuka lebar????......


Memang pemberlakuan asas nyata dalam setiap pelelangan agar supaya rekanan lebih proffesional mengerjakan proyek.
Penentuan alokasi personil dilihat dari kompleksitas proyek.
Demikian juga peralatan minimal yg dibutuhkan. Untuk proyek2 sederhana maka metode pelaksanaannya sesuai kontes pekerjaan.
Realitanya banyak perusahaan yg tenaga Tekniknya hanya "diatas kertas" karena hanya pinjam nama untuk keperluan tender saja.
Sekarang ini tergantung pokja/panitia tidak memberlakukan standar ganda.
Selama semua peserta mengikuti syarat dokumen pengadaan, tidak main mata, maka peleangan fair bisa berjalan.
Namun di Indonesia ini saya pesimis, hanya sedikit saja pelelangan yg benar-benar murni kompetisi, sebagian besar sudah disetting siapa yg akan menang.


membenahi pelelangan harus paralel dengan membenahi pelaksanaan Kontrak.
it takes two to tanggo, perlu kesadaran Penyedia mengirim personil sesuai yang ditawarkan dan perlu KEBERANIAN PPK menolak atau mengusir personil yang tidak sesuai.

jika tidak ada PPK yang berani, maka selamanya Pokjanya juga meng evaluasi secara pura2
Happy Procure !!!


http://aguskuncoro.id
URGENT by WA 085694760077
aman
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
Posts: 162
Joined: 08 Aug 2012, 22:08

Re: Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan

Postby aman 16 Aug 2013, 07:35

guskun wrote:
dixie wrote:
Adi Purba wrote:Tiga hal tersebut adalah senjata andalan atau pamungkas buat para Panitia dan Rekanannya. Tetapi yang paling sering diandalkan adalah Personil dan Peralatan, dimana dua hal tersebut disyaratkan dengan personil yang harus mempunyai SKA Ahli Madya inilah, SKA Ahli Muda itulah, SKT ini itulah, peralatan-peralatan yang aneh bin ajaib; sementara pekerjaan yang ditenderkan untuk kualifikasi kecil. Bila dua hal tersebut ada yang memenuhi maka jurus terakhirnya adalah Metoda Pelaksanaan, yang dikatakan tidak menguasai pekerjaan atau tidak sesuailah. Untuk Personil dan Peralatan secara harfiah di dalam suatu proses pelelangan hanyalah kamuflase atau sekedar formalitas belaka. Walaupun disyaratkan harus membuat Pernyataan bersedia ditempatkan di lokasi pekerjaan tetapi kenyataannya Personil yang dilampirkan tidak ada yang berada di lokasi pekerjaan. Nah.... kira-kira bilamana Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan ditiadakan di dalam persyaratan; apakah persaingan akan lebih sehat dan kesempatan menang peserta lelang terbuka lebar????......


Memang pemberlakuan asas nyata dalam setiap pelelangan agar supaya rekanan lebih proffesional mengerjakan proyek.
Penentuan alokasi personil dilihat dari kompleksitas proyek.
Demikian juga peralatan minimal yg dibutuhkan. Untuk proyek2 sederhana maka metode pelaksanaannya sesuai kontes pekerjaan.
Realitanya banyak perusahaan yg tenaga Tekniknya hanya "diatas kertas" karena hanya pinjam nama untuk keperluan tender saja.
Sekarang ini tergantung pokja/panitia tidak memberlakukan standar ganda.
Selama semua peserta mengikuti syarat dokumen pengadaan, tidak main mata, maka peleangan fair bisa berjalan.
Namun di Indonesia ini saya pesimis, hanya sedikit saja pelelangan yg benar-benar murni kompetisi, sebagian besar sudah disetting siapa yg akan menang.


membenahi pelelangan harus paralel dengan membenahi pelaksanaan Kontrak.
it takes two to tanggo, perlu kesadaran Penyedia mengirim personil sesuai yang ditawarkan dan perlu KEBERANIAN PPK menolak atau mengusir personil yang tidak sesuai.

jika tidak ada PPK yang berani, maka selamanya Pokjanya juga meng evaluasi secara pura2


benar sekali Gus Kun, saya sangat setuju dengan yang anda sampaikan, butuh keberanian untuk berbuat BENAR meski berdampak BURUK bagi sebagian Orang, karena bertindak BENAR sangat lah berbeda dengan bertindak BAIK. cukup susah bertindak BENAR dan BAIK.
Adi Purba
Newbie
Newbie
Posts: 54
Joined: 14 Apr 2011, 22:49
Location: Makassar

Re: Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan

Postby Adi Purba 16 Aug 2013, 11:07

Untuk mencari pelelangan yang fair saat sekarang sangatlah susah. Karena kebanyakan pelelangan yang dilaksanakan sudah disetting sebelum pengumuman lelang tersebut. Karnanya untuk memenangkan calonnya maka dibuatlah persyaratan-persyaratan yang berat yang hanya dapat dipenuhi oleh calon tersebut. Dan itupun masih memberikan tanda tanya apakah bukti-bukti dari persyaratan-persyaratan yang ditetapkan, rekanan yang diarahkan mempunyai aslinya. Kita tahulah bahwa antara Panitia dan PPK bilamana telah mendapatkan Juknis dari Pimpinan, maka pastilah mereka tidak berani untuk menolaknya karena berbagai alasan. Jadi Personil dan Peralatan hanyalah formalitas dan inilah yang lagi berkembang dalam sistem lelang saat ini.
Salam Sukses
Adi Purba
dixie
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
Posts: 274
Joined: 15 Jan 2012, 06:57
Location: Manado

Re: Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan

Postby dixie 17 Aug 2013, 06:20

Adi Purba wrote:Untuk mencari pelelangan yang fair saat sekarang sangatlah susah. Karena kebanyakan pelelangan yang dilaksanakan sudah disetting sebelum pengumuman lelang tersebut. Karnanya untuk memenangkan calonnya maka dibuatlah persyaratan-persyaratan yang berat yang hanya dapat dipenuhi oleh calon tersebut. Dan itupun masih memberikan tanda tanya apakah bukti-bukti dari persyaratan-persyaratan yang ditetapkan, rekanan yang diarahkan mempunyai aslinya. Kita tahulah bahwa antara Panitia dan PPK bilamana telah mendapatkan Juknis dari Pimpinan, maka pastilah mereka tidak berani untuk menolaknya karena berbagai alasan. Jadi Personil dan Peralatan hanyalah formalitas dan inilah yang lagi berkembang dalam sistem lelang saat ini.


Itulah yang terjadi di Republik ini......
Masih ada sih tender yang fair, kita tidak bisa menampikannya.....
Namun 1% mungkin terlalu banyak.........
Ini fenomena gunung es........... (jelas2 nyata).... mau lihat gunungnya (contohlah hambalang atau wisma atlet)
Kalau paket yg receh2 apalagi.....

:noway:
Adi Purba
Newbie
Newbie
Posts: 54
Joined: 14 Apr 2011, 22:49
Location: Makassar

Re: Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan

Postby Adi Purba 17 Aug 2013, 07:32

Seperti kita ketahui saat kita membuat IUJK/SBU utk kualifikasi kecil hanya dipersyaratkan memiliki 1 SKT, sementara tender mempersyaratkan SKA inilah itulah, SKT inilah itulah. Masih mendinglah tender tahun lalu hanya mempersyaratkan 1 SKT tp tahun ini kebanyakan menitikberatkan kepada personil dan peralatan. Dan saat aanwijzingpun bila kita meminta perubahan personil dan peralatan panitia tetap bersikukuh dgn apa yg telah mereka buat, kita tak dapat mendesak mereka utk merubahnya karna hanya melihat sebuat tulisan bukan perkataan langsung dari beberapa orang yg menginginkan perubahan. Jadi persyaratn personil dan peralatan hanyalah menguntungkan segelintir orang saja yg memang sdh disettng sejak dari awal. Dan satu hal lagi yg biasa digunakan utk menggugurkan peserta lelang lainnya adlh Metoda Pelaksanaan. Dgn alasan bahwa metoda yg dibuat tidak sinkronlah dgn time schedule, tdk menggambarkan penguasaan pekerjaan, atau di dalam metoda mencantumkan hal-hal lain yg tdk ada di dalam RAB atau RKS. Ini adalah yg real terjadi di lapangan. Sementara institusi yg berwenang tdk dpt mengambil tindakan langsung dan tegas hanya sebatas saran dan tulisan. Oleh karnanya saya mengusulkan penghapusan atau penyederhanaan atas tiga hal tersebut dgn maksud utk memberikan ruang kpd teman-teman utk berpartisipasi seluas-luasnya dalam persaingan yg lebih sehat dan fair. Janganlah e-proc ini hanya menguntungkan buat segelintir orang dgn hasil pekerjaan yg belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Mari kita bersama-sama me-Merdeka-kan e-proc dr segelintir orang yg menjajahnya.
Salam Sukses
Adi Purba
dixie
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
Posts: 274
Joined: 15 Jan 2012, 06:57
Location: Manado

Re: Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan

Postby dixie 17 Aug 2013, 11:21

Adi Purba wrote:Seperti kita ketahui saat kita membuat IUJK/SBU utk kualifikasi kecil hanya dipersyaratkan memiliki 1 SKT, sementara tender mempersyaratkan SKA inilah itulah, SKT inilah itulah. Masih mendinglah tender tahun lalu hanya mempersyaratkan 1 SKT tp tahun ini kebanyakan menitikberatkan kepada personil dan peralatan. Dan saat aanwijzingpun bila kita meminta perubahan personil dan peralatan panitia tetap bersikukuh dgn apa yg telah mereka buat, kita tak dapat mendesak mereka utk merubahnya karna hanya melihat sebuat tulisan bukan perkataan langsung dari beberapa orang yg menginginkan perubahan. Jadi persyaratn personil dan peralatan hanyalah menguntungkan segelintir orang saja yg memang sdh disettng sejak dari awal. Dan satu hal lagi yg biasa digunakan utk menggugurkan peserta lelang lainnya adlh Metoda Pelaksanaan. Dgn alasan bahwa metoda yg dibuat tidak sinkronlah dgn time schedule, tdk menggambarkan penguasaan pekerjaan, atau di dalam metoda mencantumkan hal-hal lain yg tdk ada di dalam RAB atau RKS. Ini adalah yg real terjadi di lapangan. Sementara institusi yg berwenang tdk dpt mengambil tindakan langsung dan tegas hanya sebatas saran dan tulisan. Oleh karnanya saya mengusulkan penghapusan atau penyederhanaan atas tiga hal tersebut dgn maksud utk memberikan ruang kpd teman-teman utk berpartisipasi seluas-luasnya dalam persaingan yg lebih sehat dan fair. Janganlah e-proc ini hanya menguntungkan buat segelintir orang dgn hasil pekerjaan yg belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Mari kita bersama-sama me-Merdeka-kan e-proc dr segelintir orang yg menjajahnya.



Prinsipnya semua peserta diperlakukan sama....
Mengacu pada dokumen pengadaan yang sama
Sebagai standar perbandingan dapat dilihat dalam contoh dokumen pengadaan sedang berjalan, paket sejenis/anggaran yg sebanding...
Ditanyakan secara jelas saat penjelasan pekerjaan, atau diusulkan penyesuaian pada saat itu juga....
jika dalam praktek ada kecurangan....
Dapat disanggah atau diadukan ke APIP , hanya saja respon nya tidak ada , percuma ya...?
Sukar menghindari kolusi selama pembuktian tanpa saksi atau seharusnya dilakukan terbuka terhadap semua peserta.
Pembuktian ini muara kolusi...... harusnya dikawal......
Dan setiap peerta berhak melihat hasil evaluasi panitia, namun selama ini terganjal faktor kerahasiaan.....
Banyak aturan
Banyak solusi
banyak celahnya
tergantung oknum dalam melakukannya....
Adi Purba
Newbie
Newbie
Posts: 54
Joined: 14 Apr 2011, 22:49
Location: Makassar

Re: Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan

Postby Adi Purba 19 Aug 2013, 10:52

buat master-master suhu PBJP kan mempunyai link ke LKPP, sebaiknya diskusi-diskusi di forum ini yang bersifat pengembangan dan permasalahan diajukan ke LKPP sehingga maksud dan tujuan dari forum ini dapat terealisasi.
Salam Sukses
Adi Purba
Arianto amr
Newbie
Newbie
Posts: 10
Joined: 25 Sep 2013, 20:07

Re: Metoda Pelaksanaan, Personil dan Peralatan

Postby Arianto amr 04 Oct 2013, 20:42

Ketiga persyaratan tersebut memang menjadi senjata ampuh untuk berbuat curang bagi pokja, PPK dan penyedia jasa. ada baiknya untuk usaha kecil persyaratan - persyaratan tersebut dihilangkan saja agar persaingan lebih sehat dan terbuka, sebab pekerjaan untuk usaha kecil adalah pekerjaan sederhana dan tidak kompleks, sehingga dapat dipastikan pekerjaan bisa selesai sesuai spek yg di inginkan meskipun tidak mengajukan metode pelaksanaan, personil dan alat. Kita semua sudah tahu bahwa korupsi terbanyak ada pada bidang pengadaan barang / jasa pemerintah, salah satu modusnya adalah membuat persyaratan yang berlebihan, hal ini dikarenakan peraturan2 yang berkaitan dengan pengadaan barang / jasa pemerintah tidak jelas alias abu - abu, sehingga mudah dimanfaatkan oleh segelitir orang untuk menguras uang negara.
Dengan demikian saya mengusulkan, agar ketiga persyaratan tersebut diatas dihilangkan untuk pekerjaan yang bernilai dibawah 2,5 M (usaha kecil).

Return to “Usulan Perbaikan Peraturan PBJ”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests

Login · Register