Pembuktian Kualifikasi, Kamuflase Panitia/Pokja

Silakan memasukkan usulan perbaikan peraturan perundan-undangan yang berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
priyantoro
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
Posts: 298
Joined: 26 May 2011, 22:11

Re: Pembuktian Kualifikasi, Kamuflase Panitia/Pokja

Postby priyantoro 29 Feb 2012, 00:53

TS menyampaikan permasalahan Pembuktian Kualifikasi, saya beranggapan TS (bp.dixie) digugurkan pada saat Pembuktian.
Untuk melangkah ke Proses Pembuktian berarti rekanan sudah harus lolos tahap Evaluasi (Administrasi, Teknis, Harga dan Kualifikasi), jadi jika rekanan sudah gugur di Evaluasi maka otomatis tidak akan dipanggil di tahap Pembuktian.
Pada Proses Pembuktian yang dilakukan oleh ULP/Panitia adalah seperti penjelasan bp. Budjang
Budjang Budiman wrote:Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen, jika tidak dapat memperlihatkan salah satu asli dokumen sudah tentu digugurkan ULP/ Panitia, oleh karena itu perlihatkan semua asli nya sesuai yang diminta,.. saya rasa tidak ada alasan bagi ULP/ Panitia untuk menggugurkan kalau aslinya sudah diperlihatkan semua.

Jadi jika gugur di tahap Pembuktian kualifikasi berarti ada 2 kemungkinan :
1. Ada data/dokumen yang palsu atau tidak sesuai aslinya setelah diverifikasi dengan penerbit dokumen, atau
2. Rekanan tidak dapat menunjukkan dokumen aslinya.
Khusus untuk kemungkinan yang ke-2, biasanya tergantung kebijaksanaan ULP/Panitia dan ini sifatnya subyektif atau situasional.
Sebagai contoh ditempat kami sudah diacarakan untuk Pembuktian Kualifikasi selama 2 hari.
Pada hari 1 ada rekanan yang dipanggil kebetulan datang dari luar pulau membawa berkas asli namun ternyata ada 1 dokumen yang tertinggal maka kami memberikan kebijakan dengan memperhitungkan waktu dia pulang-pergi untuk mengambil berkas yang tertinggal misalkan kita beri tambahan waktu 2 hari lagi (dan ini sifatnya sudah final/tidak ada tambahan waktu lagi). Jika sudah diberi tambahan waktu tetap tidak dapat menunjukkan asli dokumen maka ULP/Panitia dapat menggugurkan rekanan tsb.
Salam Pengadaan ... :hi:
Arief.Dj
Newbie
Newbie
Posts: 27
Joined: 29 Feb 2012, 10:39

Re: Pembuktian Kualifikasi, Kamuflase Panitia/Pokja

Postby Arief.Dj 29 Feb 2012, 11:11

Pembuktian Kualifikasi dilakukan setelah EVALUASI KUALIFIKASI terhadap peserta yang MEMENUHI PERSYARATAN KUALIFIKASI, dengan cara melihat keaslian dokumen dan meminta salinannya dan bila diperlukan melakukan klarifikasi &/ verifikasi ke penerbit dokumen. Saya rasa, yang bapak alami adalah 'gugur' saat evaluasi.

Btw, penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat2 dan spek-tek yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat.
priyantoro
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
Posts: 298
Joined: 26 May 2011, 22:11

Re: Pembuktian Kualifikasi, Kamuflase Panitia/Pokja

Postby priyantoro 29 Feb 2012, 16:44

TS - nya yang empunya tread ini belum memberikan tanggapan.
Jadi kita-kita disini bingung juga, beliau ini tidak lolos/gugur pada tahap apa (Evaluasi atau Pembuktian). :blur:
Kalau membaca masalah yang disampaikan kelihatannya bp. dixie digugurkan ULP pada saat Pembuktian Kualifikasi.
Mohon koreksi bila keliru ....
Salam Pengadaan ... :hi:
arief rauf
Newbie
Newbie
Posts: 1
Joined: 06 Mar 2012, 18:46

Re: Pembuktian Kualifikasi, Kamuflase Panitia/Pokja

Postby arief rauf 06 Mar 2012, 19:56

1. Apakah Masing2 calon Penyedia Jasa/peserta lelang mengetahui Kelengkapan, kebenaran dan Keaslian Dokumen dari Penyedia Jasa/peserta lelang Lainnya.
2. Kalau Penilaian dok kualifikasi & Penetapan ttg Penyedia Jasa hanya ditentukan oleh ULP/Panitia tanpa ada proses yg melibatkan peserta (spt checklist kelengkapan/kebenaran/keaslian dokumen), bagaimana kalau semua ULP/Panitia melakukan kecurangan atau berpihak pada salah satu Penyedia Jasa atau membenarkan/mensahkan dok salah satu peserta yg sebenarnya salah/tdk asli. Sementara panitia membuka tanpa adanya saksi dr peserta lain
3. Kalau msg2 peserta lelang hanya mengetahui dok sendiri & tdk mengetahui kelengkapan/keaslian/kebenaran dok pesertalelang lain & Peserta lelang tidak mengetahui metode/cara/indikator panitia menilai keaslian/kebenaran/kelengkapan dok peserta lelang, lalu dimana prinsip transparansi dari LPSE ? Dan atas dasar apa peserta bisa melakukan sanggahan atas pelaksanaan proses lelang?
Mhn respon yg komprehensif & trm ksh sblmnya.
khalid
Site Admin
Site Admin
Posts: 4222
Joined: 30 Mar 2011, 21:26
Location: DKI Jakarta
Contact:

Re: Pembuktian Kualifikasi, Kamuflase Panitia/Pokja

Postby khalid 06 Mar 2012, 20:44

arief rauf wrote:1. Apakah Masing2 calon Penyedia Jasa/peserta lelang mengetahui Kelengkapan, kebenaran dan Keaslian Dokumen dari Penyedia Jasa/peserta lelang Lainnya.
2. Kalau Penilaian dok kualifikasi & Penetapan ttg Penyedia Jasa hanya ditentukan oleh ULP/Panitia tanpa ada proses yg melibatkan peserta (spt checklist kelengkapan/kebenaran/keaslian dokumen), bagaimana kalau semua ULP/Panitia melakukan kecurangan atau berpihak pada salah satu Penyedia Jasa atau membenarkan/mensahkan dok salah satu peserta yg sebenarnya salah/tdk asli. Sementara panitia membuka tanpa adanya saksi dr peserta lain
3. Kalau msg2 peserta lelang hanya mengetahui dok sendiri & tdk mengetahui kelengkapan/keaslian/kebenaran dok pesertalelang lain & Peserta lelang tidak mengetahui metode/cara/indikator panitia menilai keaslian/kebenaran/kelengkapan dok peserta lelang, lalu dimana prinsip transparansi dari LPSE ? Dan atas dasar apa peserta bisa melakukan sanggahan atas pelaksanaan proses lelang?
Mhn respon yg komprehensif & trm ksh sblmnya.


Sekalian aja yang evaluasi adalah peserta
====
Info PBJ terbaru silakan klik:
http://www.khalidmustafa.info
====
priyantoro
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
Posts: 298
Joined: 26 May 2011, 22:11

Re: Pembuktian Kualifikasi, Kamuflase Panitia/Pokja

Postby priyantoro 06 Mar 2012, 21:01

arief rauf wrote:1. Apakah Masing2 calon Penyedia Jasa/peserta lelang mengetahui Kelengkapan, kebenaran dan Keaslian Dokumen dari Penyedia Jasa/peserta lelang Lainnya.
2. Kalau Penilaian dok kualifikasi & Penetapan ttg Penyedia Jasa hanya ditentukan oleh ULP/Panitia tanpa ada proses yg melibatkan peserta (spt checklist kelengkapan/kebenaran/keaslian dokumen), bagaimana kalau semua ULP/Panitia melakukan kecurangan atau berpihak pada salah satu Penyedia Jasa atau membenarkan/mensahkan dok salah satu peserta yg sebenarnya salah/tdk asli. Sementara panitia membuka tanpa adanya saksi dr peserta lain
3. Kalau msg2 peserta lelang hanya mengetahui dok sendiri & tdk mengetahui kelengkapan/keaslian/kebenaran dok pesertalelang lain & Peserta lelang tidak mengetahui metode/cara/indikator panitia menilai keaslian/kebenaran/kelengkapan dok peserta lelang, lalu dimana prinsip transparansi dari LPSE ? Dan atas dasar apa peserta bisa melakukan sanggahan atas pelaksanaan proses lelang?
1. Tidak mengetahui.
2. Proses pembuktian kualifikasi sudah dijelaskan oleh rekan-rekan diatas. Jika dokumen asli milik peserta sudah diverifikasi ke penerbit dokumen dimanakah letak kecurangan ULP/Panitia?
3. Mohon maaf saya tidak berkompeten untuk menjawab pertanyaan ketiga karena memang begitulah proses pembuktian kualifikasi dilaksanakan (tanpa melibatkan peserta lain).
khalid wrote:Sekalian aja yang evaluasi adalah peserta
Yang berkompeten sudah memberikan jawaban no. 3 ..... :wha:
Salam Pengadaan ... :hi:
dixie
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
Posts: 274
Joined: 15 Jan 2012, 06:57
Location: Manado

Re: Pembuktian Kualifikasi, Kamuflase Panitia/Pokja

Postby dixie 16 Mar 2012, 22:48

guskun wrote:
dixie wrote:Untuk pembuktian kualifikasi, harus punya juknis yg tegas apa saja materi substantial dokumen yg mutlak untuk di buktikan....
Setiap Pokja sangat berbeda, dan sudah menjadi Rahasia umum pembuktian dapat direkayasa hanya untuk menjatuhkan penyedia lainnya.
Usulan pada saat pembuktian harus ada saksi yg menyaksikan, karena ini cikal bakal KOLUSI, yg akan berlanjut pada proses selanjutnya sampai kontrak....
Perlu dipertegas Pembuktian Kualifikasi agar semua penyedia diperlakukan sama, tidak ada standar ganda atau mencari2 kesalahan hanya untuk menjatuhkan yg Bukan "Andalan " Panitia/Pokja.......
Kalau proses ini bisa lebih transparan dan di perketat maka 90% KOLUSI dapat di filter disini Kalau tidak 99% KOLUSI sudah terjadi pada proses ini.......


menurut yang Anda tahu, bagaimana caranya mencari-cari kesalahan itu ?


Pada saat kualifikasi maka penilaian awal dari pengalaman perusahaan dan tenaga ahli yg diminta.......
Pengalaman tertinggi mempunyai nilai, dan pengalaman terbanyak demikioan juga..... tenaga ahli penilaiannya sesuai jumlah dan kompetensi yg diminta.....
Dalam praktek "jagoan" tidak akan diminta seketat yg lainnya......
misalnya : dokumen asli perusahaan sudah ok
dokumen tenaga ahli asli semua sudah di tunjukan juga, setelah itu:
diminta lagi dokumen asli kontrak, yg jadi pertanyaan perusahaan kami punya pengalaman diatas 300, berarti ada 300 buku kontrak (bisa2 beratnya mencapai 1 ton),...... dapatkah kita membawa semua itu ....?
Misalnya kita bawa semua akan ada alasan2 yg dicari2 sampai kita gugur.......
Prinsipnya pembuktian adalah sesuatu yg tidak dapat diketahui apakah fair atau tidak.......
dilaksanakan atau tidak........ indikasinya "jagoan" gak pernah dipanggil untuk pembuktian........
Barusan Minggu ini kami lulus dalam Kualifikasi (tender LPSE Kemenkes) yang merupakan paket lelang ulang karena lelang awal hanya 2 peserta lolos Kualifikasi (jadi kami ikut pada saat lelang ulangnya,
Saat pengumuman hasil kualifikasi yg meluluskan perusahan kami; karena hasil evaluasi tidak logis, maka kami menyanggahnya........
Setelah itu panitia menjawab surat sanggah dengan melakukan evaluasi ulang tetapi tetap saja tidak ada pembuktian....... pada semua proses ini
Pengumuman ulang hasil kualifikasi kami telah digugurkan.......
Bukankah ini tindakan sewenang2 dan semau panitia,
alasan tidak lulus juga tidak logis.... dan kami menyanggahnya kembali, sayang di sistem LPSE walaupun panitia mengulang proses untuk ke 3x evaluasi Kualifikasi... (1x pada lelang awal) 2x pada lelang ulang brarti ada 3 hasil pengumuman berbeda, 1x pada lelang awal, 2x pada lelang ulang.
Intinya kita menganggap fair, tetapi keanehan2 ini terjadi hampir 99% lelang di Indonesia. (Fakta dan nyata).... tidak ada paket yg belum ada "penunggunya sejak awal" atau paket liar yg tidak ada pemiliknya yg harus ditaklukan dengan tender fair....... karena kita masih hidup di indonesia....... dan saya berani menjaminnya..... 1% saja keajaiban yg melakukan tender fair...... dan MUDAH2AN ANDA termasuk didalam itu....... :wha:
guskun
Procurement Senior Lv. 4
Procurement Senior Lv. 4
Posts: 2305
Joined: 01 Apr 2011, 20:43
Location: Jakarta, Surabaya
Contact:

Re: Pembuktian Kualifikasi, Kamuflase Panitia/Pokja

Postby guskun 17 Mar 2012, 06:59

dixie wrote:
guskun wrote:
dixie wrote:Untuk pembuktian kualifikasi, harus punya juknis yg tegas apa saja materi substantial dokumen yg mutlak untuk di buktikan....
Setiap Pokja sangat berbeda, dan sudah menjadi Rahasia umum pembuktian dapat direkayasa hanya untuk menjatuhkan penyedia lainnya.
Usulan pada saat pembuktian harus ada saksi yg menyaksikan, karena ini cikal bakal KOLUSI, yg akan berlanjut pada proses selanjutnya sampai kontrak....
Perlu dipertegas Pembuktian Kualifikasi agar semua penyedia diperlakukan sama, tidak ada standar ganda atau mencari2 kesalahan hanya untuk menjatuhkan yg Bukan "Andalan " Panitia/Pokja.......
Kalau proses ini bisa lebih transparan dan di perketat maka 90% KOLUSI dapat di filter disini Kalau tidak 99% KOLUSI sudah terjadi pada proses ini.......


menurut yang Anda tahu, bagaimana caranya mencari-cari kesalahan itu ?


Pada saat kualifikasi maka penilaian awal dari pengalaman perusahaan dan tenaga ahli yg diminta.......
Pengalaman tertinggi mempunyai nilai, dan pengalaman terbanyak demikioan juga..... tenaga ahli penilaiannya sesuai jumlah dan kompetensi yg diminta.....
Dalam praktek "jagoan" tidak akan diminta seketat yg lainnya......
misalnya : dokumen asli perusahaan sudah ok
dokumen tenaga ahli asli semua sudah di tunjukan juga, setelah itu:
diminta lagi dokumen asli kontrak, yg jadi pertanyaan perusahaan kami punya pengalaman diatas 300, berarti ada 300 buku kontrak (bisa2 beratnya mencapai 1 ton),...... dapatkah kita membawa semua itu ....?
Misalnya kita bawa semua akan ada alasan2 yg dicari2 sampai kita gugur.......
Prinsipnya pembuktian adalah sesuatu yg tidak dapat diketahui apakah fair atau tidak.......
dilaksanakan atau tidak........ indikasinya "jagoan" gak pernah dipanggil untuk pembuktian........
Barusan Minggu ini kami lulus dalam Kualifikasi (tender LPSE Kemenkes) yang merupakan paket lelang ulang karena lelang awal hanya 2 peserta lolos Kualifikasi (jadi kami ikut pada saat lelang ulangnya,
Saat pengumuman hasil kualifikasi yg meluluskan perusahan kami; karena hasil evaluasi tidak logis, maka kami menyanggahnya........
Setelah itu panitia menjawab surat sanggah dengan melakukan evaluasi ulang tetapi tetap saja tidak ada pembuktian....... pada semua proses ini
Pengumuman ulang hasil kualifikasi kami telah digugurkan.......
Bukankah ini tindakan sewenang2 dan semau panitia,
alasan tidak lulus juga tidak logis.... dan kami menyanggahnya kembali, sayang di sistem LPSE walaupun panitia mengulang proses untuk ke 3x evaluasi Kualifikasi... (1x pada lelang awal) 2x pada lelang ulang brarti ada 3 hasil pengumuman berbeda, 1x pada lelang awal, 2x pada lelang ulang.
Intinya kita menganggap fair, tetapi keanehan2 ini terjadi hampir 99% lelang di Indonesia. (Fakta dan nyata).... tidak ada paket yg belum ada "penunggunya sejak awal" atau paket liar yg tidak ada pemiliknya yg harus ditaklukan dengan tender fair....... karena kita masih hidup di indonesia....... dan saya berani menjaminnya..... 1% saja keajaiban yg melakukan tender fair...... dan MUDAH2AN ANDA termasuk didalam itu....... :wha:


kalau membaca cerita rekan dixie, memang ada kesalahan substansial yang dilakukan Pokja ULP, yaitu prakualifikasi diulang sampai 3x.
kalau saya memperhatikan cara kerja Pokja ULP di tempat saya, saya meyakini mereka masuk kelompok 1% yang dimaksud.
Happy Procure !!!


http://aguskuncoro.id
URGENT by WA 085694760077
Hana
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
Posts: 141
Joined: 12 Apr 2011, 10:41

Re: Pembuktian Kualifikasi, Kamuflase Panitia/Pokja

Postby Hana 11 Apr 2012, 13:36

jatnika wrote:.............dalam harga kami yang terendah namun dalam kenyataan gugur hanya karena ada surat pendukukung yang bukan pada tempatnya, kami mengikuti lelang genset namun yang diminta surat distributor dari engine :touch: menyedihkan memang ... legalitas kami lengkap adalah atpm genset yang terdaftar dideperindag dan certifikasi mutu juga lengkap .... inilah kalau panitia maaf 'amatiran' tidak jelas mana genset mana mesin hanya patokan dari copasan brosur atau entah titipan spek. dan yang mengherankan dimenangkan dengan penawaran yang hanya 4-6% dari hps dan kami menawar lebih dari 12%... ini yang di curigai di atas 6% gugur semua :blur:

Dokumen Pemilihannya bilang apa Pak? Kalau memang minta dukungan distributor engine dan Bapak kasih dukungan dari distributor genset, otomatis anda di :red:
@ admin : apa posting ini ga salah kamar? ato memang belum dikasih kamar? kalo belum usul dibuatkan kamar khusus/baru ttg KUALIFIKASI :d: Jadi kalo nanti ada posting ttg kualifikasi tidak di kamarnya, akan kena :red: kaya pak Jat :D (sori pak jat, guyon lho!?) heheheeeeee.....
jatnika
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
Posts: 318
Joined: 19 Jan 2012, 03:03
Location: jakarta
Contact:

Re: Pembuktian Kualifikasi, Kamuflase Panitia/Pokja

Postby jatnika 11 Apr 2012, 22:57

Hana wrote:
jatnika wrote:.............dalam harga kami yang terendah namun dalam kenyataan gugur hanya karena ada surat pendukukung yang bukan pada tempatnya, kami mengikuti lelang genset namun yang diminta surat distributor dari engine :touch: menyedihkan memang ... legalitas kami lengkap adalah atpm genset yang terdaftar dideperindag dan certifikasi mutu juga lengkap .... inilah kalau panitia maaf 'amatiran' tidak jelas mana genset mana mesin hanya patokan dari copasan brosur atau entah titipan spek. dan yang mengherankan dimenangkan dengan penawaran yang hanya 4-6% dari hps dan kami menawar lebih dari 12%... ini yang di curigai di atas 6% gugur semua :blur:

Dokumen Pemilihannya bilang apa Pak? Kalau memang minta dukungan distributor engine dan Bapak kasih dukungan dari distributor genset, otomatis anda di :red:
@ admin : apa posting ini ga salah kamar? ato memang belum dikasih kamar? kalo belum usul dibuatkan kamar khusus/baru ttg KUALIFIKASI :d: Jadi kalo nanti ada posting ttg kualifikasi tidak di kamarnya, akan kena :red: kaya pak Jat :D (sori pak jat, guyon lho!?) heheheeeeee.....


:love: ga pa2 bu .... tapi yang ditenderkan bukan engine dan tapi genset... kenapa panitia meminta distributor engine :red: dan yang diminta kan garansinya pun adalah gensetnya bukan engine nya dan kami sertakan pula OEM certificate dari produsen engine yang diminta :huh: kan aneh ini sama saja menyuruh pake pakaian lengkap namun tidak usah pakai celana :vom: jadi nya parno bu .... :red:

Return to “Usulan Perbaikan Peraturan PBJ”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest

Login · Register