Usulan perbaikan aplikasi SPSE

Diskusi tentang teknis pelaksanaan E-Procurement berdasarkan Perpres 54/2010
asyari
Newbie
Newbie
Posts: 10
Joined: 31 May 2014, 12:01

Re: Usulan perbaikan aplikasi SPSE

Postby asyari 08 Jun 2014, 15:22

Usulan saya pada saat klarifikasi dan negosiasi untuk jasa konsultansi minta tolong ditambah kolom harga yang baru pada saat negosiasi terjadi perubahan harga.
Uge
Newbie
Newbie
Posts: 7
Joined: 26 May 2014, 19:44

Re: Usulan perbaikan aplikasi SPSE

Postby Uge 20 Jun 2014, 16:08

Uge wrote:Mohon kiranya dapat dibuatkan fitur Import dan Eksport Data yang telah dimasukkan ke dalam Form LPSE.

Karena dengan adanya fitur itu akan menghemat waktu dan tenaga Penyedia jasa dalam melengkapi data-datanya. Sehingga tidak perlu lagi harus mengisi setiap Form di setiap LPSE Provinsi lain apabila ada data baru yang sudah teredit pada LPSE di salah satu LPSE Provinsi.

Misalnya saja Identitas, Ijin Usah, Akta, Pemilik, Pengurus, Tenaga Ahli, Peralatan, Pengalaman, Pajak dan juga Peralatan. Sehingga prosesnya bisa lebih seperti proses upload data tapi dengan menggunakan form baik itu berformat xlsx, csv, xml ataupun format lainnya yang kompaktibel, sehingga tidak perlu lagi copy-paste data ke masing-masing field yang ada di dalam form. Karena menurut hemat saya, pengisian akan lebih cepat dilakukan dalam bentuk copy paste secara offline pada sebuah form yang sudah disediakan oleh pihak LPSE lalu kemudian tinggal di eksport ke LPSE yang akan diisi datanya daripada harus meng-copy-paste data secara satu-satu ke tiap-tiap field yang ada pada Form Pengisian Data pada LPSE.

Sekian dan terimakasih.


repost dari sini
Uge
Newbie
Newbie
Posts: 7
Joined: 26 May 2014, 19:44

Re: Usulan perbaikan aplikasi SPSE

Postby Uge 22 Jun 2014, 11:50

Uge wrote:
Uge wrote:Mohon kiranya dapat dibuatkan fitur Import dan Eksport Data yang telah dimasukkan ke dalam Form LPSE.

Karena dengan adanya fitur itu akan menghemat waktu dan tenaga Penyedia jasa dalam melengkapi data-datanya. Sehingga tidak perlu lagi harus mengisi setiap Form di setiap LPSE Provinsi lain apabila ada data baru yang sudah teredit pada LPSE di salah satu LPSE Provinsi.

Misalnya saja Identitas, Ijin Usah, Akta, Pemilik, Pengurus, Tenaga Ahli, Peralatan, Pengalaman, Pajak dan juga Peralatan. Sehingga prosesnya bisa lebih seperti proses upload data tapi dengan menggunakan form baik itu berformat xlsx, csv, xml ataupun format lainnya yang kompaktibel, sehingga tidak perlu lagi copy-paste data ke masing-masing field yang ada di dalam form. Karena menurut hemat saya, pengisian akan lebih cepat dilakukan dalam bentuk copy paste secara offline pada sebuah form yang sudah disediakan oleh pihak LPSE lalu kemudian tinggal di eksport ke LPSE yang akan diisi datanya daripada harus meng-copy-paste data secara satu-satu ke tiap-tiap field yang ada pada Form Pengisian Data pada LPSE.

Sekian dan terimakasih.


repost dari sini


Sundul.
Muhammad Taufik
Procurement Junior Lv. 1
Procurement Junior Lv. 1
Posts: 124
Joined: 13 Apr 2011, 11:20
Location: Buntok

Re: Usulan perbaikan aplikasi SPSE

Postby Muhammad Taufik 21 Jul 2014, 11:08

ad bug? SpSE v.3.5 build 7499 (yang sidah dicek), mungkin terjadi juga pada SPSe build diatas 7392, Akun PPK dapat melakukan evaluasi Administrasi, Teknis dan Harga.
Procureholic...
AOC
Procurement Junior Lv. 2
Procurement Junior Lv. 2
Posts: 480
Joined: 17 Sep 2011, 18:32
Location: Jakarta Timur
Contact:

Re: Usulan perbaikan aplikasi SPSE

Postby AOC 06 Oct 2014, 22:49

1. Isian kualifikasi pada Data Penyedia dalam Aplikasi SPSE, link dengan LPSE lainnya (Pendayagunaan Aplikasi).

2. Pada saat akan meng-Upload Penawaran, Aplikasi SPSE menyediakan kolom (cell) untuk meng-input Total Nilai Penawaran, agar ketika
jadwal pembukaan penawaran Nama Peserta dan Nilai penawarannya langsung ditampilkan, walapun Pokja belum menginput Nama Peserta
dan Nilai Penawaran masing-masing peserta pada tab evaluasi. (mengingat masih sangat banyak lelang, pada jadwal sudah pembuktian
kualifikasi bahkan sudah penetapan pemenang, Nama peserta dengan nilai penawarannya belum juga di input oleh Pokja)

3. Sistem Aplikasi SPSE menolak jadwal pembukaan penawaran yang durasinya waktunya melebihi 2 jam, sehingga Pokja dalam melakukan pelelangan
harus melihat jumlah maksimum paket lelang yang dapat dievaluasi untuk durasi 2 jam tsb. (hal ini untuk menghindari adanya Post Bidding oleh Pokja
yg bekerja sama dengan Rekanan tertentu).

4. Isi Dokumen Penawaran peserta dapat dilihat oleh Pokja maupun peserta dengan cara ditampilkan secara slide pada sisi kiri atau kanan layar
monitor, apabila nama peserta di klik (Implementasi Transparansi).
Terima kasih.
AOC
Benny
Procurement Junior Lv. 3
Procurement Junior  Lv. 3
Posts: 557
Joined: 01 Apr 2011, 11:32
Location: Kubu Raya (Kal-Bar)
Contact:

Re: Usulan perbaikan aplikasi SPSE

Postby Benny 02 Dec 2014, 22:44

Belajar dari pengalaman...pelaksanaan aturan yang berbeda2 seperti tahap penjelasan/aanwijzing, ada yg secara tatap muka (offline) dan secara online. Pendapat saya ternyata yang tatap muka lebih memenuhi kaidah dalam penegakkan hukum pengadaan barang/jasa. Mengapa?
1. Tidak semua penjelasan tentang aturan hanya bisa dijelaskan secara Online, umpama sosialisasi, kuliah, pelatihan, dsb...jika semuanya mengagungkan online maka kita tidak perlu sosialisasi, kuliah, pelatihan secara tatap muka lagi. Artinya ada konteks yang harus dilaksanakan secara tanya jawab dan interaktif tatap muka mengenai peraturan barang dan jasa untuk disepakati dan dilaksanakan secara bersama oleh peserta dan penyelenggara sesuai aturan yang berlaku.
2. Tidak terjadi semena-mena oleh pokja dalam menetapkan persyaratan, terutama untuk usaha kecil. Tidak ada beban bagi pokja untuk semaunya menetapkan peraturan krna tidak terjadi perdebatan aturan dalam tahap penjelasan/aanwijzing. Seringkali jawaban yang ditunggu berjam-jam tidak juga dijawab, dijawab pada saat sesi pertanyaan sudah usai. Jawaban yang ditunggu itupun hanya menetetapkan "persayaratan sudah sesuai yang tertuang dalam LDP"...haduuuh :noway: sakitnya tu disini!!!! :a: jika dilakukan secara tatap muka, terjadi interaksi dan kesepakatan bersama yang tidak memberatkan terutama bagi usaha kecil dan tetap dalam koridor hukum pengadaan barang/jasa.
and
Newbie
Newbie
Posts: 9
Joined: 20 Nov 2014, 23:01
Location: Kotamobagu
Contact:

Re: Usulan perbaikan aplikasi SPSE

Postby and 03 Dec 2014, 12:08

Dalam Aplikasi SPSE belum diakomodir atau fitur tindak lanjut dari Perpres 70 Pasal 84 Ayat 6
Belajar, Berbagi Ilmu, Informasi dan Diskusi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
http://ahmaddamopolii.info/
Email : and@ahmaddamopolii.info
Uge
Newbie
Newbie
Posts: 7
Joined: 26 May 2014, 19:44

Re: Usulan perbaikan aplikasi SPSE

Postby Uge 16 Apr 2015, 16:21

Mohon kiranya dapat dibuatkan fitur Import dan Eksport Data yang telah dimasukkan ke dalam Form LPSE.

Karena dengan adanya fitur itu akan menghemat waktu dan tenaga Penyedia jasa dalam melengkapi data-datanya. Sehingga tidak perlu lagi harus mengisi setiap Form di setiap LPSE Provinsi lain apabila ada data baru yang sudah teredit pada LPSE di salah satu LPSE Provinsi.

Misalnya saja Identitas, Ijin Usah, Akta, Pemilik, Pengurus, Tenaga Ahli, Peralatan, Pengalaman, Pajak dan juga Peralatan. Sehingga prosesnya bisa lebih seperti proses upload data tapi dengan menggunakan form baik itu berformat xlsx, csv, xml ataupun format lainnya yang kompaktibel, sehingga tidak perlu lagi copy-paste data ke masing-masing field yang ada di dalam form. Karena menurut hemat saya, pengisian akan lebih cepat dilakukan dalam bentuk copy paste secara offline pada sebuah form yang sudah disediakan oleh pihak LPSE lalu kemudian tinggal di eksport ke LPSE yang akan diisi datanya daripada harus meng-copy-paste data secara satu-satu ke tiap-tiap field yang ada pada Form Pengisian Data pada LPSE.

Sekian dan terimakasih.
Benny
Procurement Junior Lv. 3
Procurement Junior  Lv. 3
Posts: 557
Joined: 01 Apr 2011, 11:32
Location: Kubu Raya (Kal-Bar)
Contact:

Re: Usulan perbaikan aplikasi SPSE

Postby Benny 17 Apr 2015, 07:02

Uge wrote:Mohon kiranya dapat dibuatkan fitur Import dan Eksport Data yang telah dimasukkan ke dalam Form LPSE.

Karena dengan adanya fitur itu akan menghemat waktu dan tenaga Penyedia jasa dalam melengkapi data-datanya. Sehingga tidak perlu lagi harus mengisi setiap Form di setiap LPSE Provinsi lain apabila ada data baru yang sudah teredit pada LPSE di salah satu LPSE Provinsi.

Misalnya saja Identitas, Ijin Usah, Akta, Pemilik, Pengurus, Tenaga Ahli, Peralatan, Pengalaman, Pajak dan juga Peralatan. Sehingga prosesnya bisa lebih seperti proses upload data tapi dengan menggunakan form baik itu berformat xlsx, csv, xml ataupun format lainnya yang kompaktibel, sehingga tidak perlu lagi copy-paste data ke masing-masing field yang ada di dalam form. Karena menurut hemat saya, pengisian akan lebih cepat dilakukan dalam bentuk copy paste secara offline pada sebuah form yang sudah disediakan oleh pihak LPSE lalu kemudian tinggal di eksport ke LPSE yang akan diisi datanya daripada harus meng-copy-paste data secara satu-satu ke tiap-tiap field yang ada pada Form Pengisian Data pada LPSE.

Sekian dan terimakasih.


Akan luncur pak...master database nya pada aplikasi SiKAP https://sikap.lkpp.go.id/
Hanya saja masih menunggu LPSE V.4 klo ga salah...
rezart
Newbie
Newbie
Posts: 1
Joined: 02 May 2015, 17:10

Re: Usulan perbaikan aplikasi SPSE

Postby rezart 03 May 2015, 16:26

Baru mengikuti training SPSE V.4 di Surabaya, salut dan terima kasih untuk Bpk Khalid dan Bpk Arif sebagai narasumber utama pada training tersebut.
Beberapa catatan dan juga saran yang bisa sampaikan setelah adanya training ini adalah sebagai berikut :
1. SPSE V.4 tidak lagi membentuk file .rhs dan file "*-cek" lagi, semua serba online, termasuk input data harga satuan semua online, sebagai penyedia jasa, hal ini terasa agak menyulitkan karena kami terpaksa kerja 2 kali untuk input harga satuan dalam penawaran harga, saran dari kami mungkin disediakan fitur import from excel agar lebih memudahkan penyedia jasa.
2. Aplikasi SPSE V.4 menghilangkan fitur yang memfasilitasi penyedia jasa untuk mengecek file yg sudah diupload (biasanya kami mengecek kebenaran file yg sudah diupload di dalam folder "*-cek", dan berupa file rhs yg kami simpan). Sehingga di SPSE V.4 ini kami tidak mempunyai bukti otentik bahwa dokumen yg diupload adalah benar2 dokumen yang kami kirim. Saran dari kami file di folder "-cek" pada SPSE V.3 masih dibutuhkan untuk verifikasi dan pencocokan dokumen secara internal perusahaan, atau ada fitur lain yang mungkin memudahkan kami sebagai penyedia jasa untuk melakukan pengecekan kebenaran file.
3. Ada beberapa bug yg kami temukan :
---1. Saat sudah selesai tahap upload pada aplikasi Apendo(kami telah mengisi semua persyaratan), kami logout, kemudian login kembali, dokumen yang ada pada pilihan "persyaratan dokumen" menjadi hilang, seolah kami belum mengupload dokumen
---2. Pada beberapa kesempatan di aplikasi apendo, saat memilih sebuah dokumen pada persyaratan dokumen, beberapa kali sistem menduplikasi sendiri dokumen tersebut sehingga terdapat banyak dokumen sejenis pada sebuah dokumen persyaratan yg kami upload.
Saran dan masukan dari kami, sebelum benar2 launching, mini bug seperti ini mohon dapat benar2 lolos uji test yang dilakukan oleh banyak pihak.

Sekian sedikit banyak bisa dibilang bagian dari komentar dari kami setelah mengikuti training bersama pak khalid dan team :) , semoga ke depan aplikasi SPSE akan terus menerus berkembang semakin baik dan meminimalkan kemungkinan munculnya potensi kerugian akibat kecurangan dari berbagai macam pihak.

Terima Kasih

:bye: :bye: :bye:
:pray:

Return to “E-Procurement”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest

Login · Register