Swakelola dengan Tenaga Harian Lepas

Diskusi tentang Swakelola berdasarkan Perpres 16/2018
Robby Ernandi
Newbie
Newbie
Posts: 1
Joined: 03 Jun 2013, 16:51

Swakelola dengan Tenaga Harian Lepas

Postby Robby Ernandi 05 Jun 2013, 14:53

Salam sejahtera,
Ada suatu ketidak jelasan dalam memahami tentang Apa dan bagaimana sebenarnya yang dimaksud Swakelola, dalam hal ini saya bermaksud bertanya mengenai Pelaksanaan suatu kegiatan Pemeliharaan dan atau Perbaikan dengan APBD yang dilaksanakan dengan cara swakelola.

Adapun pertanyaan saya adalah sbb ;

1. Apakah Kegiatan tersebut dapat dikatakan illegal?, sehubungan dengan pasal 26 ayat 2 Perpres no. 70 tahun 2012, tidak ada huruf pun yang menyatakan bahwa kegiatan tersebut dapat dilakukan swakelola ;
2. Apakah dalam pelaksanaan swakelola kegiatan tersebut dapat meggunakan Tenaga Harian Lepas?; Apakah sejumlah THL dapat disebut kelompok masyarakat seperti dimaksud pasal 26 ayat 1 Perpres No.54 tahun 2010?;
3. Apakah pembayaran upahnya harus dibayar harian? Mengingat pasal 29 huruf c Perpres No. 70 tahun 2012 dilakukan secara berkala, bagaimana bila perkerjaan itu hanya membutuhkan waktu setengah hari?;
4. Apakah dalam pelaksanaan swakelola dengan Tenaga Harian Lepas diperbolehkan menggunakan fasilitas milik Instansi?;
5. Adakah batasan nilai anggaran kegiatan yang dapat dilakukan dengan cara swakelola?

Mohon jawabanya sehingga saya dapat memahami dengan jelas mengenai hal ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.


Email ; robby.ernandi@gmail.com
Kasiman berutu
Procurement Junior Lv. 3
Procurement Junior  Lv. 3
Posts: 580
Joined: 10 Feb 2013, 16:54
Location: SUMATERA UTARA, HP. 081370201730

Re: Swakelola dengan Tenaga Harian Lepas

Postby Kasiman berutu 06 Jun 2013, 19:48

Robby Ernandi wrote:Salam sejahtera,
Ada suatu ketidak jelasan dalam memahami tentang Apa dan bagaimana sebenarnya yang dimaksud Swakelola, dalam hal ini saya bermaksud bertanya mengenai Pelaksanaan suatu kegiatan Pemeliharaan dan atau Perbaikan dengan APBD yang dilaksanakan dengan cara swakelola.

Adapun pertanyaan saya adalah sbb ;

1. Apakah Kegiatan tersebut dapat dikatakan illegal?, sehubungan dengan pasal 26 ayat 2 Perpres no. 70 tahun 2012, tidak ada huruf pun yang menyatakan bahwa kegiatan tersebut dapat dilakukan swakelola ;
2. Apakah dalam pelaksanaan swakelola kegiatan tersebut dapat meggunakan Tenaga Harian Lepas?; Apakah sejumlah THL dapat disebut kelompok masyarakat seperti dimaksud pasal 26 ayat 1 Perpres No.54 tahun 2010?;
3. Apakah pembayaran upahnya harus dibayar harian? Mengingat pasal 29 huruf c Perpres No. 70 tahun 2012 dilakukan secara berkala, bagaimana bila perkerjaan itu hanya membutuhkan waktu setengah hari?;
4. Apakah dalam pelaksanaan swakelola dengan Tenaga Harian Lepas diperbolehkan menggunakan fasilitas milik Instansi?;
5. Adakah batasan nilai anggaran kegiatan yang dapat dilakukan dengan cara swakelola?

Mohon jawabanya sehingga saya dapat memahami dengan jelas mengenai hal ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.


Email ; robby.ernandi@gmail.com


1. Pemeliharaan atau perbaikan sepanjang memenuhi salah satu kreteria yang diminta pada 26 ayat (2) tidak dikategorikan ilegal . tapi kalau bapak sudah yakin bahwa pekerjaan trsbt tidk memenuhi kreteria swakelola maka sudah pasti ilegal. misalnya pemeliharaan hutan/tanah ulayat, pemeliharaan saluran/jalan desa sudah memenuhi kreteria swakelola. agar tanggapannya lebih fokus sebaiknya disebut saja pemeliharaan dan perbaikan apa.

2. melaksanakan swakelola bisa SKPD terkait, bisa juga instansi lain, dan juga bisa kelompok masyarakat. ketiga pelaksana swakelola diatas bisa saja menggunakan tenaga harian lepas. THL itu hanya tenaga pendukung bagi pelaksana swakelola.

3. Pembayaran secara berkala itu dilaksanakan kepada pelaksana swakelola. THL hanya pendukung pelaksana swakelola sehingga dia dibayar berdasarkan upah. pembayaran upah bisa per jam dan bisa juga per hari tergantung manajemen pelaksanan swakelola.

4. pelaksanaan swakelola dengan menggunakan fasilitas pemerintah atau instansi terkait SAH saja sepanjang dalam penggunaan fasilitas tersebut tidak ada pembayaran, jika ada pembayaran maka uangnya harus disetor ke kas negara.

5. tidak ada batasan nilai untuk pelaksanaan swakelola sepanjang memenuhi kreteria swakelola.
salam pengadaan dari sumatera utara, HP. 081370201730, email : bkasiman@gmail.com
KMS. ISMAIL
Newbie
Newbie
Posts: 1
Joined: 11 Jun 2013, 02:04

Re: PRODUKSI BENIH

Postby KMS. ISMAIL 11 Jun 2013, 02:43

MOHON PETUNJUK,
SAYA BERTUGAS DI BALAI BENIH INDUK (BBI), MENDAPAT AMANAH UNTUK MENYEDIAKAN CADANGAN BENIH DAERAH (CBD) MELALUI KETERSEDIAAN ANGGARAN SEBESAR Rp 300.000.000,- (TIGA RATUS JUTA). SESUAI DENGAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BBI HARUS MEMPRODUKSI "TIDAK MEMBELI BENIH SIAP SALUR". PADA KEGIATAN SEJENIS, TELAH DILAKSANAKAN MELALUI KEMITRAAN KEPADA PETANI TERPILIH {MELALUI BBI MENYEDIAKAN SARANA PRODUKSI DAN BIAYA TATALAKSANA BUDIDAYA (UPAH / HONOR PELAKSANAAN) SERTA BIAYA PENGAWALAN (HONOR PEMBANTU LAPANG), PETANI/KELOMPOK TANI TERPILIH MENYEDIAKAN LAHAN DAN TENAGA PELAKSANA PROFESIONAL (BURUH TANI)}. HASIL DIDAPAT MELALUI BAGI HASIL DARI PRODUKSI SETARA CALON BENIH SESAUI KETENTUAN TEKNIS PRODUKSI BENIH. UNTUK MENGHASILKAN BENIH SETARA 15 TON DILAKUKAN KEMITRAAN KEPADA 15 UNIT KEMITRAAN @ 0,2 - 1,0 HEKTAR.
KONDISI BBI KAMI TIDAK TERSEDIA LAHAN PRODUKSI, SARANA PROSESSING DAN TEMPAT PENYIMPANAN (GUDANG BENIH) SERTA TIDAK MEMILIKI TENAGA PELAKSANA SETERA BURUH TANI (BARU TERSEDIA 2 PNS). KONDISI BENIH SENDIRI DIBATASI OLEH MASA BERLAKU (MAKSIMUM 6 BULAN SETELAH PANEN).
DI WILAYAH KAMI TERSEDIA ASOSIASI PENANGKAR (PRODUSEN BENIH) TETAPI TIDAK BERBADAN HUKUM LAYAKNYA PT ATAU CV. SAYA KEPIKIRAN UNTUK MELAKSANAKAN PENYEDIAAN CBD DIMAKSUD MELALUI ASOSIASI PENANGKAR TERSEBUT. YANG MENJADI DASAR PEMIKIRAN SAYA:
1) ASOSIASI PENANGKAR TERSEBUT MEMILIKI KEMAMPUAN DAN BERPENGALAMAN
UNTUK MEMPRODUKSI (MENYEDIAKAN) BENIH TANAMAN,
2) ASOSIASI PENANGKAR TERSEBUT MEMILIKI SARANA PRODUKSI {LAHAN,
SAPROTAN DAN TENAGA PROFESIONAL DIBIDANGNYA (BURUH TANI), SARANA
PROSESSING (LANTAI JEMUR DLL.) DAN SARANA PENYIMPANAN (GUDANG),
3) ASOSIASI PENANGKAR TERSEBUT BERKENAN UNTUK MENYAMIN KENERLANG-
SUNGAN STOCK BENIH (HASIL AKHIR SESUAI PESANAN) DENGAN CARA
MENGGANTI STOCK BENIH YANG HABIS MASSA BERLAKU DENGAN HASIL
PRODUKSI YANG BARU SESUAI MUSIM TANAM,
4) MENYEDIAKAN BENIH MELALUI ASOSIASI PENANGKAR TERSEBUT SECARA
TEKNIS AKAN LEBIH EKONOMIS (UNTUK MENGHASILKAN BENIH 1 TON, MELALUI
KEMITRAAN DENGAN PETANI / KELOMPOK TANI TERPILIH BUTUH BIAYA SEBESAR
LEBIH DARI Rp 16.000.000,- SEMENTARA JIKA MELALUI ASOSIASI PENANGKAR
TERSEBUT BIAYANYA TIDAK LEBIH DARI Rp 8.500.000,-

UNTUK MEMPRODUKSI / MENYEDIAKAN CBD DIMAKSUD, MOHON PETUNJUK BAPAK:
1) APAKAH MEMUNGKINKAN MELALUI ASOSIASI PENANGKAR YANG ADA DI
WILAYAH KAMI,
2) METODE PELAKSANAAN YANG SESUAI KETENTUAN PERPRES 70 TAHUN 2013
ATAU KETENTUAN LAINNYA,
3) BAGAIMANA TATALAKSANANYA.

DEMIKIAN, ATAS PERKENANNYA DIUCAPKAN TERIMA KASIH

SALAM HORMAT
KMS. ISMAIL
(HP. 087871164464)

Return to “Swakelola”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests

Login · Register