Mengulas Sejarah Singkat Perjanjian Bongaya

Forum khusus pelepas stress karena lelang. Silakan posting jokes, perkenalan, hiburan, dan lain-lain asal tidak menyangkut SARA, Penghinaan, Pornografi dan hal-hal yang melanggar hukum
sisarimerah
Newbie
Newbie
Posts: 4
Joined: 06 Dec 2016, 17:32
Contact:

Mengulas Sejarah Singkat Perjanjian Bongaya

Postby sisarimerah 19 Dec 2016, 16:33

Dahulu, pada saat negara Indonesia masihlah dijajah oleh Belanda sepanjang lebih kurang 350 th., sangat banyak kerajaan-kerajaan di beberapa daerah yang lakukan perlawanan untuk mengusir beberapa tentara penjajah ini.

Telah tak terhitung berapakah banyak peperangan yang berkecamuk pada tentara kerajaan dengan tentara penjajah. Tetapi, tak bermakna sepanjang 3, 5 era itu keadaan di Indonesia senantiasa dalam kondisi perang. Seringkali berlangsung juga kesepakatan damai pada ke-2 pihak. Satu diantara kesepakatan perdamaian yang berlangsung di saat penjajah yaitu Kesepakatan Bongaya.

Kesepakatan Bongaya (dalam sebagian teks buku histori dimaksud dengan nama Bongaja serta atau Bungaya) yaitu kesepakatan perdamaian pada dua pihak, yakni pihak dari Kerajaan Gowa – Tallo serta pihak dari penjajah Belanda, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

Kesepakatan ini dimaksud dengan nama Bongaya sesuai sama nama desa tempat kesepakatan ini dikerjakan. Kesepakatan Bongaya sendiri dikerjakan pada tanggal 18 November 1667.

Akan tetapi, kesepakatan pada dua pihak yang diwakili oleh Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa – Tallo serta Laksamanan Cornelis Speelman dari VOC ini begitu tak untungkan pihak Kerajaan Gowa – Tallo.

Alih-alih kesepakatan perdamaian, Kesepakatan Bongaya lebih pas dimaksud dengan kesepakatan pengesahan monopoli perdagangan VOC di lokasi Makassar. Serta kesepakatan ini dapat jadi sinyal kekalahan dan kerugian besar Kesultanan Gowa dari pihak penjajah yakni VOC.

Sesungguhnya, apa saja yang melatarbelakangi sampai dapat terjadinya histori Kesepakatan Bongaya antar dua pihak yang sama-sama bermusuhan ini?

Jadi, saat masa-masa VOC serta pihak Belanda menjajah Indonesia, banyak kerajaan ataupun kesultanan di beberapa lokasi yang lakukan perlawanan. Tak dapat disangkal, kehadiran Belanda ke Indonesia memanglah menginginkan kuasai lokasi yang begitu strategis untuk jalur perdagangan, terkecuali menginginkan kuasai rempah-rempah yang begitu banyak di Indonesia.

Satu diantara lokasi yang menginginkan dikuasai serta dikalahkan oleh Belanda yaitu Sulawesi Selatan, di mana waktu itu kerajaan yang berkuasa yaitu Kerajaan Gowa serta Tallo. Memanglah, lokasi Sulawesi Selatan jadi satu diantara jalur perdagangan yang begitu strategis waktu itu. Tidak ayal, peperangan pada ke-2 pihak ini senantiasa berlangsung kurun waktu yang lama.

Sampai selanjutnya, saat Kerajaan Gowa di pimpin oleh Sultan Hasanuddin sekitaran th. 1653 sampai 1669, perlawanan Kerajaan Gowa meraih puncak-puncaknya. Namun, perlawanan dari pihak Kerajaan Gowa hadapi tantangan penambahan. Lantaran mereka harus juga hadapi perlawanan Aru Palaka dari Kerajaan Bone.

Satu diantara yang mengakibatkan kenapa Kerajaan Gowa mesti hadapi perlawanan dari Kerajaan Bone tak lain lantaran kiat adu domba (divide et impera) dari pihak Belanda yang bikin kekuataan tentara Kerajaan Gowa melemah.

Walau sebenarnya, waktu itu Kerajaan Gowa dapat disebutkan tengah dalam periode emasnya di bawah pemerintahan Sultan Hasanuddin. Pada akhirnya, pecahlah perang di lokasi Makassar sepanjang lebih kurang Sembilan th. (1660 – 1669).

Kiat adu domba yang bikin Kerajaan Bone dibawah komando Aru Palaka turut menyerang Kerajaan Gowa, ditambah dengan adanya banyak persediaan senjata dari pihak tentara Belanda bikin kemampuan dari Kerajaan Gowa melemah.

Sampai selanjutnya, di th. 1667, dengan sangat terpaksa Sultan Hasanuddin mesti di tandatangani Kesepakatan Bongaya yang pada praktiknya begitu merugikan pihak Kerajaan Gowa.

Berbarengan dengan kekalahan pihak Kerajaan Makassar di th. 1667, kesepakatan perdamaian yang dikerjakan di desa Bongaya/Bongaja juga dikerjakan oleh ke-2 pihak. Pihak Kerajaan Makassar diwakili oleh Sultan Hasanuddin serta pihak VOC Belanda diwakili oleh Cornelis Janszoon Speelman.

Walau diberi nama kesepakatan perdamaian, namun sebenarnya Kesepakatan Bongaya begitu merugikan pihak Kerajaan bersama orang-orang Makassar.

Perjanjian Bongaya sendiri terbagi dalam 30 poin. Sebagian poinnya yaitu :

1. Seluruh raja dan bangsawan di Makassar diwajibkan untuk membayar ubah rugi semua utang pada pihak Belanda (VOC).
2. Seluruh orang Inggris, Portugis, ataupun orang Eropa terkecuali dari Belanda mesti pergi serta diusir dari lokasi Makassar. Beberapa orang itu juga tak bisa lagi beraktivitas perdagangan dan tinggal di Makassar.
3. Pihak Belanda (VOC) diberikan kebebasan dari masalah pembayaran pajak impor serta pajak ekspor.
4. Seluruh benteng yang ada di selama pantai Makassar (Barombong, Garassi, Mariso, Pa’nakkukang, serta Boro’boso) mesti dihancurkan. Terkecuali Sombaopu yg tidak bisa dihancurkan.
5. Koin Belanda bisa dipakai untuk perdagangan di lokasi Makassar.
6. Pihak Belanda bisa bangun benteng Rotterdam di Makassar.
7. Aru Palaka diangkat jadi Raja Bone.
ruslan123
Newbie
Newbie
Posts: 4
Joined: 06 Dec 2016, 15:34
Contact:

Re: Mengulas Sejarah Singkat Perjanjian Bongaya

Postby ruslan123 11 Jan 2017, 13:23

Wah banyak bener ya 30 point, kalau memang bener ada 30 point bisa dijelaskan semua pointnya dong om TS :D
88Office, solusi virtual office di jakarta selatan dengan fasilitas lengkap dan harga yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Return to “Bebas”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest

Login · Register